HIKMAT SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN KRISTEN ANALISIS TEOLOGIS AMSAL 1:7 BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KESEHATAN MENTAL SISWA

Main Article Content

Benyamin Pintakhari
Felix Toto

Abstract

Amsal 1:7 menyatakan bahwa takut akan Tuhan adalah permulaan pengetahuan, sebuah prinsip yang menegaskan bahwa integritas intelektual tidak dapat dipisahkan dari spiritualitas. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam ayat Amsal 1:7 sebagai fondasi pendidikan Kristen serta mengeksplorasi integrasi konsep hikmat dalam praktik pedagogi untuk membentuk karakter dan kesehatan mental siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi literatur yang bersumber dari jurnal ilmiah dan buku teks dalam rentang waktu 2015–2024. Hasil kajian menunjukkan bahwa "takut akan Tuhan" merupakan sikap hormat dan pengakuan akan kedaulatan Allah yang menjadi motor penggerak bagi perolehan hikmat sejati. Hikmat dipahami sebagai integrasi antara pengetahuan, moralitas, dan ketundukan spiritual yang berperan sebagai faktor pelindung terhadap stres dan krisis identitas di era disrupsi. Implementasi PAK berbasis hikmat memerlukan kurikulum yang berpusat pada nilai Alkitabiah, keteladanan guru, dan lingkungan belajar yang mendukung pertumbuhan holistik. Artikel ini menyimpulkan bahwa penguatan landasan hikmat dalam PAK esensial untuk membimbing generasi muda menuju kedewasaan iman dan kesejahteraan mental yang stabil.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Articles

How to Cite

HIKMAT SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN KRISTEN: ANALISIS TEOLOGIS AMSAL 1:7 BAGI PEMBENTUKAN KARAKTER DAN KESEHATAN MENTAL SISWA. (2025). Veritas Et Educatio, 1(2), 112-123. https://charistainstitute.org/vee/article/view/22

References

Handayani, S. (2022). Karakter spiritual dan konsistensi etika dalam pendidikan Kristen. Jurnal Etika Pendidikan, 7(1), 45-58.

Hays, J. D., & Duvall, J. S. (2016). The Baker Illustrated Bible Background Commentary. Baker Academic.

Lumoindong, A. (2023). Hermeneutika Amsal dan literasi moral dalam pedagogi modern. Jurnal Teologi Praktis, 15(4), 112-128.

Marpaung, O., & Ohee, D. (2023). Spiritual resilience and moral development: The role of Christian education in post-pandemic learning contexts. ISAR Journal of Arts, Humanities and Social Sciences, 1(3), 65–69.

Paparang, D. P., & Marjono, P. (2024). Nilai-nilai kasih, kejujuran, tanggung jawab, dan hormat sebagai dasar pembentukan karakter siswa. Jurnal Pendidikan Agama Kristen, 10(2), 75–85.

Pembroke, N. (2024). Christian pastoral care as spiritual formation: A proposed holistic model for pastoral care that focuses on spiritual formation and character development. Religions, 15(2), 201.

Sairwona, W. (2021). Guru PAK sebagai gembala: Pendampingan spiritual dan emosional siswa. Jurnal Pastoral Kristen, 5(2), 88-102.

Sihombing, O. M., Istandar, J., & Marpaung, A. (2024). Christian education major on students’ mental health. Journal of Research on Christian Education, 30(2), 1–10.

Situmorang, W. E. (2024). Pola hidup takut akan Tuhan berdasarkan Amsal 1:1-7 dan kontribusinya bagi pemuda Kristen di era modern. PediaQu, 2(1), 1-15.

Susanta, Y. K. (2019). Tradisi pendidikan iman anak menurut Perjanjian Lama. BIA': Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 2(2), 139–150.

Walton, J. H. (2018). Old Testament theology for Christians: From ancient context to enduring belief. IVP Academic.

Widjaja, F. I. (2020). Kepemimpinan pendidikan Kristen di era disrupsi Indonesia. Jurnal Kepemimpinan Rohani, 12(3), 201-215.

Zaluchu, S. E. (2021). Metode penelitian kualitatif dalam teologi: Kedalaman interpretasi teks. Jurnal Penelitian Agama, 8(2), 90-105.