KECERDASAN BUATAN DAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN MENGGAGAS LITERASI SPIRITUAL DALAM ERA DEEP LEARNING
Main Article Content
Abstract
Perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence, AI) berbasis deep learning membawa perubahan besar bagi dunia pendidikan, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK). Artikel ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif‑deskriptif melalui kajian kepustakaan untuk merumuskan konsep literasi spiritual dalam penggunaan AI bagi PAK. Data dikumpulkan dari artikel ilmiah, dokumen kebijakan, buku, dan laporan penelitian terbitan 2015–2025. Analisis tematik digunakan untuk mengidentifikasi tema utama terkait peluang, tantangan, dan strategi implementasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi spiritual melampaui keterampilan teknis dan mencakup kemampuan reflektif menilai konten, etika penggunaan, serta kesadaran akan peran Roh Kudus dalam pengembangan iman. Artikel ini merekomendasikan kerangka integrasi AI yang menekankan relasi guru‑murid, pembentukan karakter Kristiani, pengembangan kurikulum berbasis refleksi, serta kebijakan institusi yang menjaga privasi dan kesejahteraan mental siswa. Kesimpulannya, AI harus dipandang sebagai alat yang dapat mendukung pembelajaran iman jika digunakan secara bijaksana, tetapi tidak dapat menggantikan peran guru atau komunitas rohani dalam pembentukan iman.
Downloads
Article Details
Section

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
How to Cite
References
Aggarwal, S., Wright, J., Morgan, A., Patton, G., & Reavley, N. (2023). Religiosity and spirituality in the prevention and management of depression and anxiety in young people: A systematic review and meta analysis. BMC Psychiatry, 23(1), 729. https://doi.org/10.1186/s12888-023-05091-2.
Brown, C., Douthwaite, A., Donnelly, M., & Olaniyan, Y. D. (2025). Resilience through belonging: Schools’ role in promoting the mental health and well being of children and young people. Behavioral Sciences, 15(10), 1421. https://doi.org/10.3390/bs15101421.
Coelho, J., Pécune, F., Micoulaud-Franchi, J.-A., Bioulac, B., & Philip, P. (2025). Promoting mental health in the age of new digital tools: Balancing challenges and opportunities of social media, chatbots, and wearables. Frontiers in Digital Health, 7, 1560580. https://doi.org/10.3389/fdgth.2025.1560580 .
Compassion International. (2023). What are the fruit of the Spirit? Retrieved from https://www.compassion.com/. Deskripsi buah Roh menyoroti bahwa kasih agape adalah bentuk kasih tertinggi, sukacita lebih dalam dari kebahagiaan, damai sejahtera melampaui pengertian, dan seterusnya.
Desiring God. (2023). How to raise them: Discipline and instruction in Ephesians 6:4. Retrieved from https://www.desiringgod.org/ (konsep paideia dan nouthesia sebagai latihan dan nasihat yang penuh kasih).
Jensen, M., & Rynio, A. (2025). Artificial intelligence: A new challenge for human understanding, Christian education, and the pastoral activity of the churches. Religions, 16(8), 948. https://doi.org/10.3390/rel16080948. Makalah ini menyoroti tantangan AI bagi pendidikan Kristiani dan perlunya etika serta kompetensi guru.
Langley Christian School. (2025). 2030 Artificial Intelligence in Education Guidelines. Kebijakan ini menegaskan bahwa AI harus mendukung relasi dan refleksi, membatasi penggunaan pada level dasar, dan menekankan pengungkapan penggunaan serta perlindungan privasi.
Life.Church. (2024). Can I use AI as a Christian? Here’s how to use artificial intelligence well. Diakses dari https://finds.life.church. Artikel ini menyoroti bahwa AI dapat membantu studi Alkitab dan doa, tetapi tidak dapat memiliki hubungan pribadi dengan Yesus, merasakan Roh Kudus, atau menggantikan komunitas iman.
Nazer, S. (2025). Teaching with technology, thinking with theology. Christian School Products. Artikel ini menjelaskan bahwa AI dapat membantu personalisasi devotionals, aktivitas etika, dan pertanyaan reflektif sehingga siswa dapat menghubungkan iman dengan kehidupan nyata.
Perez, L. G., Cardenas, C., Blagg, T., & Wong, E. C. (2025). Partnerships between faith communities and the mental health sector: A scoping review. Psychiatric Services, 76(1), 61–81. https://doi.org/10.1176/appi.ps.20240077 .
Przygoda, W., Rynio, A., & Kalisz, M. (2025). Artificial intelligence: A new challenge for human understanding, Christian education, and the pastoral activity of the churches. Religions, 16(8), 948. (Sumber utama MDPI yang menggali etika dan tantangan AI dalam pendidikan.)
Rachmayanti, R. D., Dewi, F. S. T., Setiyawati, D., Megatsari, H., Diana, R., & Vinarti, R. (2024). Using digital media to improve adolescent resilience and prevent mental health problems: Protocol for a scoping review. JMIR Research Protocols, 13, e58681. https://doi.org/10.2196/58681 .
Rosenberg, S., Buchanan, J., Lang, A., & Bourgeois, D. (2024). Navigating AI in Christian higher education. Advance Magazine, CCCU. Artikel ini menekankan kewajiban moral pendidik Kristen untuk mengintegrasikan literasi AI dalam kurikulum dan membimbing mahasiswa menghadapi tantangan etika.
Sihombing, O. M., Istandar, J., & Marpaung, A. (2024). Christian education major on students’ mental health. Journal of Research on Christian Education, 30(2), 1–10.
Smith, D. I. (2018). On Christian teaching: Practicing faith in the classroom. Eerdmans. Buku ini menekankan praktik pengajaran yang berakar pada iman dan relevan untuk literasi spiritual.
Sun Paik. (2025). Teaching with technology, thinking with theology. Christian School Products. Menekankan penggunaan AI secara personalisasi dan pentingnya pelatihan AI bagi guru.
Zhang, J., Song, W., & Liu, Y. (2025). Cognitive bias in generative AI influences religious education. Scientific Reports, 15, 15720. https://doi.org/10.1038/s41598-025-99121-6 .
Perez, L., Cardenas, C., Blagg, T., & Wong, E. C. (2025). Partnerships between faith communities and the mental health sector: A scoping review. Psychiatric Services, 76(1), 61–81.
Collins, G. R. (2016). Christian counseling: A comprehensive guide (3rd ed.). Thomas Nelson. Buku ini membahas integrasi iman dan konseling yang relevan untuk pembinaan kesehatan mental.
Koenig, H. G., King, D. E., & Carson, V. B. (2012). Handbook of religion and health (2nd ed.). Oxford University Press. Buku ini memberikan panduan ilmiah tentang hubungan antara agama, kesehatan mental, dan pelayanan pastoral.
Pembroke, N. (2025). Christian pastoral care as spiritual formation: Four dimensions of holistic growth. Religions, 16(9), 1054. Artikel ini memaparkan empat dimensi pastoral care: praktik spiritual, karakter spiritual, karakter moral, dan psikologi positif.
Krueger, O. (2022). The digital religion: Understanding religious practice in an algorithmic age. Routledge. Buku ini mengeksplorasi fenomena agama digital dan dampaknya terhadap spiritualitas.